Sampah dan Segala tentangnya


"Buanglah sampah pada tempatnya!", slogan itu sangat familiar banget kan? Kalimat itu pasti kita temukan di berbagai tempat, mulai dari sekolah, kampus, kantor, pinggir jalan, toko hingga gedung-gedung tinggi. Kenapa sih sampah itu harus kita buang pada tempatnya? Apa yang akan terjadi apabila kita tidak membuang sampah pada tempatnya? basic banget deh pertanyaan itu kan, Kita semua pasti udah pada tau alasan dan akibat apabila kita tidak melakukan itu kan.

Tapi sebenarnya, sebelum kita mengetahui alasan dan akibatnya, kita itu harus paham apa aja jenis sampah tersebut dan gimana penanganannya.

Jenis sampah berdasarkan sumbernya dibagi menjadi 6 yaitu:
  • Sampah alam ,sampah yang diproduksi di kehidupan liar dan melalui proses daur ulang alami, seperti daun-daun kering di hutan yang terurai menjadi tanah.
  • Sampah manusia ialah sampah hasil dari pencernaan manusia, seperti feses dan urin.
  • Sampah konsumsi ialah sampah yang dihasilkan oleh manusia dari proses penggunaan barang seperti kulit makanan dan sisa makanan.
  • Sampah nuklir ialah sampah yang dihasilkan dari fusi dan fisi nuklir yang menghasilkan uranium dan thorium yang sangat berbahaya bagi lingkungan hidup dan juga manusia.
  •  Sampah industri ialah sampah yang berasal dari daerah industri yang terdiri dari sampah umum dan limbah berbahaya cair atau padat.
  • Sampah pertambangan.
Berdasarkan sifatnya, jenis sampah dibagi menjadi tiga yaitu sampah organik, sampah anorganik dan beracun.

1. Sampah organik (degradable)
Sampah organik adalah jenis sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos. Jadi, mulai saat ini kamu bisa memilah sampah organic menjadi sebuah kompos ya!
Contohnya daun, kayu, kulit telur, bangkai hewan, bangkai tumbuhan, kotoran manusia, sisa makanan, sisa manusia, kardus, kertas, dan lain-lain.

2. Sampah anorganik (undegradable)
Sampah anorganik adalah sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya.
Sampah ini dapat dijadikan sebagai sampah komersial atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk lainnya. Kamu bisa mengolah sampah anorganik ini menjadi sesuatu yang menawan loh, seperti bungkus kopi sachet yang jika dijadikan satu bisa menjadi sebuah tas belanaj yang cantik.
Contoh beberapa sampah anorganik yang dapat dijual adalah plastik wadah pembungkus makanan, botol, gelas bekas minuman, kaleng, kaca, dan kertas, baik kertas koran, HVS, maupun karton.

3. Sampah Beracun (B3)
Sampah B3 ialah sampah bahan berbahaya dan beracun. Contoh sampah beracun ialah seperti limbah rumah sakit, limbah pabrik dan lain-lain.
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, yang termasuk sampah B3 ialah sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun. Kemudian, sampah yang mengandung limbah B3. Selain itu, sampah yang timbul akibat bencana dan bongkaran puing bangunan.
Ciri sampah B3 yang lain ialah sampah yang secara teknologi belum dapat diolah dan yang timbul secara periodik.

Jenis sampah berdasarkan bentuknya ialah sampah padat dan sampah cair. Berikut penjelasannya:
Sampah padat, Sampah padat adalah segala bahan buangan selain kotoran manusia, urin dan sampah cair.
-Sampah cair, Sampah cair adalah bahan cairan yang telah digunakan lalu tidak diperlukan kembali dan dibuang ke tempat pembuangan sampah.

Nahh, udah pada tau kan, jenis-jenis sampah menurut berbagai kriteria nya kan?? 
Sebenarnya semua tentang sampah ini udh dijelaskan di salah satu undang undang di negara kita loh, yakni  UU No.18 tahun 2008

Kalau Sugar  rasain sih , alasan  paling basic  kita membuang sampah di tempat sampah itu agar sampah itu gak menumpuk ditempat tinggal kita , trus agar lingkungan sekitar kita gak kotor ataupun bau.  Padahal sebenarnya gak cuman itu loh!!

Yuk simak alasannya!!

1. Menjaga kebersihan

Seperti pepatah yang sering kita dengar ‘Bersih pangkal Sehat’. Jadi jika kita ingin sehat, maka kebersihan yang harus menjadi awal untuk mencapai tujuan itu.
2.  Mencegah banjir

Banjir sudah menjadi bencana rutin. Sudah jelas penyebabnya karena sampah yang berhamburan dimana-mana. Sampah akan menghambat aliran air. Jika kita membuang sampah pada tempatnya, maka akan mencegah banjir.
3. Mencegah bau tidak sedap

Bau tidak sedap dari sampah sangat mengganggu kesehatan. Maka untuk mengurangi bau tidak sedap, kita harus membuang sampah pada tempatnya.
4.  Memudahkan daur ulang sampah

Sudah banyak yang dapat dihasilkan dari sampah yang diolah menjadi produk berguna. Dengan kita membuang sampah pada tempatnya, selain untuk menjaga kebersihan juga dapat menghasilkan keuntungan ekonomi.


Bicara soal risiko, banyak banget akibat dari membuang samah sembarangan itu loh,, salah satu nya terjangkit banyak penyakit. Kita dapat terjangkit penyakit muali dari penyakit yang udah mainstrem sampe yang berbahaya loh..

Membuang sampah sembarangan atau tidak pada pada tempatnya bisa menyebabakan sampah tersebut menumpuk. Sampah-sampah yang menumpuk itu terutama sampah sisa makanan, biasanya akan membusuk dan menjadi tempat berkembang biak yang ideal untuk kuman. Jika lalat, kecoa, atau tikus menyentuh sampah-sampah dan secara tidak sengaja tangan manusia juga ikut bersentuhan, hal itu menjadi salah satu cara penularan kuman-kuman dari sampah ke orang lainnya. Bayangkan jika lalat atau kecoa yang baru saja bertengger di atas tumpukan sampah kemudian hinggap di atas makanan Anda. Jelas makanan Anda terkontaminasi oleh kuman. Mengonsumsinya akan membuat Anda terserang berbagai penyakit
Berikut adalah beberapa penyakit yang terjadi akibat buang sampah sembarangan:
· Hepatitis A
Virus Hepatitis A dapat menyebar melalui sampah. Virus ini menyebabkan adanya gangguan fungsi hati akut. Penyebaran virus hepatitis A terjadi akibat kontaminasi makanan dan air yang kemudian keduanya dikonsumsi oleh orang yang sehat. lanjutkan membaca
· Disentri
Disentri adalah radang usus yang menyebabkan diare disertai darah atau lendir. Diare sendiri ditandai dengan sering buang air besar yang lunak atau cair. Kondisi ini disebabkan oleh amuba dan bakteri yang banyak ditemukan pada sampah yang berserakan.
Bakteri penyebab disentri juga dapat berpindah ke manusia setelah melakukan kontak langsung dengan bakteri pada feses (misalnya, karena tidak mencuci tangan dengan bersih sehabis buang air besar). Bakteri ini juga dapat menyebar melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi, atau berenang di air yang tercemar. Penyakit ini sangat menular. Jika tidak segera ditangani, disentri dapat menyebabkan dehidrasi berat yang mengancam jiwa.
· Salmonellosis
Salmonellosis  adalah penyakit yang timbul akibat infeksi bakteri Salmonella di dalam perut dan usus.Lanjutkan membaca
· Penyakit pes
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Yersina pestisia yang ditularkan oleh tikus dan hewan pengerat lainnya. Umumnya, penyakit pes tersebar di daerah yang lingkungan padat penduduk dan pastinya memiliki tingkat kebersihan yang buruk alias sampah tersebar di mana-mana. Lanjutkan membaca
· Demam berdarah
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Demam Berdarah Dengue dulu disebut dengan penyakit “break-bone” karena kadang menyebabkan nyeri sendi dan otot sehingga membuat tulang terasa retak.Lanjutkan membaca

  • Sampah juga bisa meracuni air sungai yang dipakai sebagai sumber air bersih untuk sehari-hariTerdapat beberapa masalah kesehatan yang muncul apabila seseorang mengoncumsi air sungai yang tercemar. Beberapa penyakit di antaranya, adalah:Kolera dan Amoebiasis. Lanjutkan membaca

SARAN SUGARKita sebagai masyarakat dapat  melakukan beberapa kiat sederhana yang bisa membantu mengurangi jumlah sampah tanpa harus membuangnya sembarangan:
1. Hindari pemborosan. Semakin banyak produk rumah tangga yang kita beli, semakin banyak pula sampah yang akan ditimbulkan. Maka itu, beli bahan makanan atau produk rumah tangga secukupnya dan pilih produk dengan kemasan yang paling simpel.
2. Penggunaan kembali. Untuk mengurangi jumlah sampah, kita mungkin bisa menggunakan ulang barang-barang yang sudah tak terpakai. Misalnya, mengubah kaleng bekas menjadi pot tanaman atau celengan, atau mengubah baju bekas menjadi lap atau keset.
3. Daur ulang. Gunakan barang-barang bekas yang masih bisa digunakan dan daur ulang menjadi barang-barang baru yang ekonomis dan bermanfaat. Misalnya membuat keranjang atau tas dari kumpulan bungkus kopi, sampah koran menjadi kertas daur ulang, dan sebagainya.
4. Jadikan pupuk kompos. Ketimbang membakar sampah dan menyebabkan pencemaran udara, jadikan sisa-sisa bahan makanan dan daun-daunan menjadi pupuk kompos untuk tanaman kita.
5. Membuang sampah dengan benar. Daripada buru-buru membakarnya, buanglah sampah di tempat pembuangan akhir. Bahkan, kini sudah banyak tempat yang memfasilitasi daur ulang plastik rumah tangga menjadi produk rumah tangga yang lebih bermanfaat.

sumber: 



Komentar

Postingan populer dari blog ini